Undangan Dinner Sang Konglomerat

Beberapa waktu lalu, saya bersama istri, mendapat undangan perkenalan dan makan malam di rumah pribadi kepala sekolah anak kami, yang kebetulan selain kepala sekolah, beliau adalah menantu dari salah seorang bankir legendaris Indonesia dan juga sekaligus istri dari salah seorang konglomerat papan atas Indonesia.

Konglomerat yang jika namanya saya sebutkan ini pasti Anda tahu, merupakan pemilik dari banyak gedung tinggi di Jakarta dan beberapa gedung perkantoran yang saya lihat ada di Hongkong dan Shanghai saat  berada di dua kota metropolitan tersebut.

Ini merupakan sebuah kesempatan yang istimewa bagi kami untuk dapat berkenalan langsung, berkunjung dan masuk ke dalam rumah keluarga konglomerat ini. Sebuah rumah yang sangat ekslusif, karena untuk dapat masuk ke cluster perumahan tersebut dan sampai ke halaman rumahnya saja, kami harus melewati 3 pos gerombolan security.

security
Lokasinya berada di tengah-tengah danau dengan pepohonan besar yang sangat rindang dan kami terakhir harus melewati jembatan khusus yang dibuat hanya untuk menuju ke rumah tersebut.

Dan begitu terlihat rumahnya, terlihat sangat mirip seperti rumah para celebrities Hollywood di Beverly Hills yang pintu masuk ke dalam rumah sangat lebar dan tinggi.

Kemudian terlihat tangga memutar ke lantai 2 seperti di film klasik “Sound of Music”, dengan banyak ruangan ruangan besar dengan berbagai macam fungsinya sendiri-sendiri dan lukisan-lukisan karya pelukis kenamaan.

Kemudian sebuah ruang keluarga utama dengan pemandangan sangat indah di halaman belakang yang seakan-akan langsung menyatu dengan hijaunya lapangan golf di baliknya serta sebuah kolam renang layaknya kolam renang di sebuah resort eksklusif di Bali. Sebuah rumah megah yang ditata dengan apik dan indah serta menyatu dengan lingkungan alam sekitarnya.

view-danau
(image ini hanya ilustrasi saja, pemandangan yang sesungguhnya jauh lebih indah dan mengesankan)

Ternyata, walau kami datang agak terlambat beberapa menit, tetapi kedatangan kami pas di momen yang tepat sekali, karena di pintu masuk ke ruang keluarga utama ini pula kami bertemu dan sempat bersalaman dengan ayah sang konglomerat yang baru-baru ini salah satu unit usahanya menerima penghargaan sebagai salah satu perusahaan developer terbaik di Indonesia.

Sang ayah baru-baru ini pula meluncurkan buku biografi perjalanan hidup serta bisnisnya yang diterbitkan oleh penerbit kenamaan.

Jika kami datang on-time atau terlambat 5 menit saja, kemungkinan besar kami tidak akan bertemu bankir legendaris ini, sebab beliau mungkin belum keluar dari kamarnya atau mungkin sudah pergi keluar rumah di sore hari itu…. What a blessing in disguise…hehehe….. 🙂

Yang ingin saya sampaikan dalam tulisan kali ini tentunya bukan sekedar tentang keindahan rumah atau sepak terjang sang ayah konglomerat sebagai bankir legendaris.

Tetapi ada pelajaran penting yang saya dapat dan seperti diingatkan kembali oleh sang konglomerat saat beliau memberikan ucapan sambutan dan selamat datang pada kami yang hadir di rumahnya sore hari itu.

Karena tamu yang datang, ada beberapa yang warga-negara asing maka tuan rumah memberikan kata sambutannya dalam bahasa Inggris yang kemudian di terjemahkan oleh salah seorang asisten seniornya. Kemudian setelah itu, dilanjutkan lagi dengan pesan utama dari sang istri (kepala sekolah) yang kemudian diterjemahkan juga ke Bahasa Indonesia.

Apa pelajaran yang saya dapat dari pasangan suami istri konglomerat ini, saat mereka menyampaikan pesan pesan mereka?

Isi pesannya bagus dan sangat relevan dalam kontek parenting atau mendidik dan membesarkan anak-anak kita di situasi jaman modern yang serba terbuka dan sangat menantang ini.

Tetapi isi pesannya menurut saya pribadi adalah sesuatu yang saya sudah sering dengar dan tentunya biasa didapat oleh para orangtua yang biasanya memiliki perhatian khusus dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya di jaman modern ini.

Tetapi, selain isi pesan tersebut, ada hal penting lain yang saya berhasil “tangkap” dari cara beliau menyampaikan pesannya.

Beberapa kali sang konglomerat ada mengingatkan maupun merevisi kalimat terjemahan dari asisten seniornya (yang bahasa Inggrisnya sangat fasih dan sudah bekerja bersama beliau lebih dari 20 tahunan).

Begitu pula sebaliknya saat sang istri yang berbicara, beberapa kali pula sang istri ada meng”koreksi” kalimat terjemahan bahwa sebenarnya maksud perkataannya, “tuh ini, bukan itu”, atau terjemahan yang benar “tuh ini, bukan itu”.

Walaupun tidak salah, tetapi pemilihan kata terjemahan yang berbeda, memang akan mengakibatkan pemahaman yang berbeda sehingga maksud dan tujuan dari pesan tidak tersampaikan atau malah bisa meleset jauh.

Dan beliau sangat persisten dengan apa yang dilakukannya, beberapa kali ketidak-tepatan pemilihan kata terjemahan terjadi, dan setiap kali itu pula beliau merevisi dan memperjelas maksudnya berkali-kali.

Dari hal itu saya bisa menarik kesimpulan bahwa mereka berdua adalah tipe orang yang sangat detail, berhati hati dan persisten.

Dan bila dalam berkata-kata saja mereka melakukan dengan detail, berhati hati dan persisten, tentunya saya bisa menyimpulkan, begitu pula mereka dalam kegiatan sehari hari dan dalam berbisnis serta mengelola keuangan perusahaan maupun keuangan pribadi mereka.

Tidak heran mereka menjadi salah satu keluarga konglomerat papan atas Indonesia yang tetap diperhitungkan, disegani dan tetap bertahan serta berkembang bisnis bisnisnya, walau Indonesia telah berganti era dan berganti pemimpin berkali kali.

So, pelajarannya kali ini adalah “The Devil is in the detail”, atau seperti yang pernah disebutkan dalam tulisan sebelumnya, maupun saat kami mengajar di kelas, bahwa saat Anda “Setia, jujur dan bersungguh sungguh dalam melakukan tanggung jawab kecil, maka tanggung jawab besar akan datang dan dengan mudah di terima” (tanggungjawab dalam kontek ini bisa berupa, uang, aset, bisnis, investasi, dll).

Sayangnya masih banyak diantara kita yang inginnya langsung memiliki tanggung jawab besar, tanpa pernah belajar memperhatikan, setia, jujur dan bersungguh sungguh dalam nenjaga tanggung jawab kecil yang sedang dijalankan.

Bisa jadi itulah salah satu penyebab, banyak dari antara kita yang kehidupan berbisnis dan keuangannya tidak berubah karena selalu naik turun dan berkali kali jatuh di tempat yang sama, karena melupakan hal hal detil pada sebuah tanggungjawab.

Jadi kembali lagi, pesan yang saya tangkap dari keluarga sang konglomerat, adalah kita harus selalu perhatikan hal hal detail serta memiliki sikap yang persisten, sebab “The devil is in the detail”.

Kami sangat setuju dan sudah lama berusaha selalu mempraktekkan prinsip serta sikap sang konglomerat, yang selalu perhatikan hal hal detail dalam pekerjaan, berhati hati dalam melakukannya, serta selalu persisten dengan hasil atau tujuan yang ingin didapat.

Dan mungkin prinsip serta sikap itulah yang juga membuat banyak peserta workshop PropertyCASHMachine  dan juga workshop The Key to Financial Freedom yang kami selenggarakan selama ini, mendapat kesan dan berkomentar seperti di bawah ini :

andrea-robert-girsang
“Workshop yang sangat berkesan bagi saya. Saya sudah menghadiri banyak workshop lain yang serupa namun tidak pernah ada yang menjelaskan sedetil yang pak Joe jelaskan. Terima kasih untuk kinerja yang mengagumkan dari pak Joe dan tim yang membuat acara ini sungguh berkesan dan menyentuh saya untuk segera mewujudkan mimpi saya menjadi property investor”.

Andrea Robert Girsang – PNS

 

rudiyanto“Workshop yang unik!! Dimana komunikasi antara peserta dan pembicara benar benar 2 arah.

Ilmu dan strategi yang diajarkan masuk dan bisa diterima akal sehat. Hitungan dan studi kasus yang amat detail juga seluk beluk tentang perbankan yang sangat bermanfaat!”.

Rudiyanto,

Agen properti apartemen, Jakarta 

 

So teman teman, pelajaran kali ini dari sang konglomerat adalah, berusahalah untuk selalu perhatikan hal hal detail dalam pekerjaan, sebab “the devil is in the detail”, berhati hati juga dalam melakukannya, serta selalu persisten dengan hasil atau tujuan yang ingin didapat,

Semoga bermanfaat….

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto & Tju Wei Wei

Founder of TheKeytoFinancialFreedom.com

Founder of PropertyCASHMachine.com

 

Joe Hartanto