Teman yang Layak dan Pantas untuk Anda Gauli

 

Kali ini saya akan membahas mengenai dua tipe orang yang pada umumnya ada di sekeliling kita. Dengan mengenali 2 tipe orang ini, nantinya Anda akan tahu, siapa teman yang layak dan pantas untuk Anda gauli dan siapa teman yang sebaiknya Anda hindari dalam perjalanan meraih impian Anda.

Saya mendapat ide tentang 2 tipe orang ini dari pengalaman saya belum lama ini saat melakukan perjalanan liburan ke sebuah resort yang terpencil.

Saat itu saya pergi bersama Wei (istri saya) dan 6 peserta lainnya. Jadi total peserta di rombongan kami ini adalah 8 orang. Karena kami pergi bersama-sama dalam satu rombongan, tentunya hampir semua jadwal dan kegiatan selalu kami lakukan bersama-sama 6 orang lainnya, kecuali mandi dan tidur di kamar sendiri sendiri tentunya 🙂

Sehingga karena hampir selalu bersama-sama, tentu dalam hal perbincangan pun, jadi sering bicarakan bermacam hal, mulai dari makanan, keluarga, pengalaman liburan sebelumnya, bisnis, sampai terkadang nyerempet dunia politik.

Kebanyakan anggota rombongan liburan ini sebelumnya sudah kami kenal dan pernah pergi bersama sama. Cuma ada seorang anggota rombongan, yang memang baru kali ini bergabung dan kami kenal.

Beliau, saya sebut saja, pak Badu (bukan nama sebenarnya). Pak Badu ini usianya yang paling senior diantara kami semua, dan sudah banyak tempat menarik di dunia yang pernah di kunjungi olehnya.

Nah, ada kebiasaan yang kurang menyenangkan dari pak Badu ini yaitu setiap kali salah satu dari kami sedang asyik bicara, pak Badu ini kebiasaannya selalu berkomentar memotong dan kemudian mendominasi pembicaraan dengan suara yang cukup keras serta nada ngotot.

Awalnya saya tidak terlalu merasa gimana gimana sih, tetapi saya amati hal ini terjadi berulang kali, setiap ada salah satu dari kami yang sedang berbicara, dan disitu kebetulan ada pak Badu, ehhhhh… tiba tiba dia nimbrung, berkomentar dengan suara keras dan nada ngotot, mau menang sendiri dan biasanya opininya cenderung agak negatif dan bertolak belakang.

Jadi akhirnya setiap kali duduk makan bersama, saya selalu berusaha memilih tempat duduk yang paling jauh dari pak Badu ini.

Sekali waktu, di hari-hari terakhir perjalanan liburan, saat saya sedang mojok sendiri di sebuah sudut resort yang kami tinggali, sambil menikmati pemandangan laut biru yang sangat indah…….

laut-biru-di-kaki
…..tiba tiba entah muncul darimana, pak Badu menghampiri dan ikutan duduk di dekat saya.

Walaupun saya awalnya agak malas bicara dengan pak Badu ini, mengingat cara beliau berbicara sebelumnya, tapi demi sopan santun karena beliau jauh lebih senior dari usia saya dan menjaga hubungan baik sebelum besok balik ke Jakarta, ya akhirnya saya berusaha membuka pembicaraan, mulai dengan bertanya tentang anak anaknya, sampai pengalaman berbisnisnya selama ini , sambil saya berharap siapa tahu, saya bisa dapat satu dua ilmu berbisnis yang mungkin bisa saya pelajari dan praktekkan.

Singkat cerita, pembicaraan kami berdua sekitar 20 menit….ini terasa seperti 2 jam.. he..he..…

Akhirnya saya putuskan dalam hati, untuk sudahi saja, dengan pamit pada beliau untuk istirahat ke kamar. Pokoknya bicara berdua dengan pak Badu ini, saya bawaannya malahan jadi pesimis, bete dan galau. Kenapa??

Ya karena apapun yang saya tanyakan atau apapun pernyataan yang keluar dari pak Badu dalam perbincangan kami berdua, sebagian besar isinya pandangan yang negatif dan pesimis terhadap situasi ekonomi, bisnis, politik bahkan keluarga.

Makanya daripada pikiran dan perasaan saya malah jadi lebih jauh terbawa oleh pola pikir pak Badu, mendingan saya sudahi saja deh pembicaraan kami.

Pernahkah Anda bertemu dengan tipe orang “lintah energi” atau “penyedot energi” seperti pak Badu diatas?

Dalam beberapa kesempatan lainnya, saya pernah beberapa kali bertemu orang dengan tipe yang mirip dengan pak Badu ini, biasanya setiap kali habis bicara dengan mereka, bukannya bersemangat, saya bawaannya malah jadi pesimis, galau dan bete.

Sangat berkebalikan dengan keesokan sore harinya, saat saya tiba kembali di Jakarta, kebetulan sore itu saya ada pertemuan temu kangen dan bincang santai dengan teman-teman komunitas pengusaha yang memang sudah saya kenal akrab cukup lama.

Wah pulang dari acara temu kangen itu, yang ada pikiran, perasaan saya jadi jauh lebih bersemangat lagi, seperti habis minum minuman berenergi karena bertemu dengan teman teman yang sangat positif, saling support dan menginspirasi satu sama lainnya.

Nah teman teman, memang di sekeliling kita ini ada banyak sekali tipe orang yang kita kenal, tapi ada satu tipe orang yang lebih baik Anda tidak terlalu akrab dan hindari, yaitu tipe orang seperti pak Badu, tipe “lintah energi”, yang jika tidak Anda hindari, tanpa Anda sadari semakin lama Anda berbicara dan bergaul dengan tipe orang ini, maka tanpa sadar energi Anda semakin tersedot habis olehnya.

Atau jika Anda terpaksa tidak bisa hindari, maka selama perbincangan, Anda harus tetap sadari dalam pikiran Anda, bahwa opini atau pendapat si “lintah energi” ini adalah pendapat yang tidak layak untuk Anda dengarkan dan simpan di memori pikiran Anda.

Sebaliknya, lebih bagus bergaul lah dengan teman atau komunitas yang semakin memberikan Anda energi, semangat dan lebih positif.

Jadi berhati-hatilah dalam memilih teman dan komunitas, karena dengan siapa Anda bergaul, seperti itulah Anda menjadi nantinya.

Makanya dalam sebuah penelitian, didapati bahwa penghasilan seseorang biasanya tidak akan berbeda jauh dengan 5 orang teman terdekat yang sering digauli oleh orang tersebut selama ini.

Seorang guru bijaksana, malah pernah berujar demikian :

“Lebih baik Anda berjalan seorang diri dalam perjalanan Anda, daripada Anda berjalan dengan seseorang yang akan membawa Anda menyimpang dari tujuan perjalanan Anda”

So, jika Anda ingin penghasilan Anda meningkat berkali kali lipat, siap-siaplah mencari teman dan komunitas yang bisa mendukung tujuan peningkatan diri Anda.

Salam Sukses Berkelimpahan,
Joe Hartanto

Founder oTheKeytoFinancialFreedom.com dan PropertyCASHMachine.com

 

 

Joe Hartanto