Seburuk itukah situasinya???

Saat saya membaca  buku Joe Vitale yang berjudul “Seven Lost Secrets of Success”, ada sebuah ulasannya yang amat menarik dan layak untuk kita refleksikan pada diri kita yang berjudul :

MARI KITA HADAPI KENYATAAN

Apakah anda beranggapan saat ini adalah masa yang sulit? Ya, ada perang, kemiskinan, depresi, resesi, ketidak pastian ekonomi, persaingan, praktik bisnis curang, dll.

Saya yakin bila anda membaca surat kabar dan menonton berita di TV hari ini, Anda bisa mengalami depresi.

Saya yakin bila anda membuka internet dan meneliti semua orang yang menjual produk atau jasa yang sama dengan bisnis anda, anda juga merasa stress dan tidak berdaya.

Namun ijinkan saya mengajukan satu pertanyaan kepada anda :

APAKAH SITUASINYA SEBURUK ITU??

Bermain mainlah dengan saya di sini …

Bayangkan saat ini th 1902 Anda tinggal di sebuah kita kecil di Wyoming.. ya .. Wyoming bukan Chicago atau New York City. Populasi kota kecil ini hanya 3000 orang, sebagian besar adalah pekerja tambang. Mereka tidak menghasilkan banyak uang. Anda bisa membayangkan apa yang mereka lakukan dengan uang itu pada hari gajian.

Ada 22 salon di kota anda yang juga ingin mengambil uang para penambang yang di dapat dengan kerja keras dan menyediakan kredit. Namun lihatlah gambaran selengkapnya di sini…

Anda tidak memiliki telephone, fax, computer, radio, televisi atau internet. Anda tidak punya uang untuk iklan surat kabar. Anda sangat miskin dengan seorang istri dan anak anak yang perlu diberi nafkah.

Cita cita Anda adalah membuka toko yang menjual pakaian dengan potongan harga.

Dan tidak seorang pun percaya Anda bisa mencapainya.

Semua pemilik bisnis dan bankir, seperti juga sebagian besar keluarga dan teman, menyebut anda GILA.

Berapa besar peluang Anda untuk sukses ?

Akankah Anda mengupayakan bisnis ini ?

Pikirkan … dan jujurlah pada diri Anda sendiri

Akankah Anda berbisnis dalam situasi 1902 seperti itu ?

Namun orang yang memiliki visi ini tak bisa dihentikan

Seorang pemuda dengan sebuah visi memulai sebuah toko kecil di Wyoming, pada th 1902 dalam kondisi seperti yang saya baru utarakan, dan terus berusaha membangun bisnis besar yang masih ada sampai hari ini.

Saya sedang membicarakan JC Penney

Ya.. orang yang mendirikan department store yang bisa anda temukan di setiap kota besar di Amerika, mencapai 1000 buah saat ini.

JC Penney mulai dari nol untuk menciptakan jaringan toko yang pada awalnya bernama the Golden Rule. Dia menjadi kaya dan kehilangan semua itu, US $ 40 juta, saat Great Depression 1929, namun dia tetap melanjutkan usahanya hingga menjadi sukses lagi seperti sekarang.

Toko yang JC Penney dirikan di Kemmerer, Wyomning pada 14 April 1902 itu merupakan bangunan satu ruang berkerangka kayu yang terletak di antara binatu dan penginapan, jauh dari kompleks pertokoan utama yang ada di kota itu. Dia dan keluarganya tinggal di loteng toko. Sebelum memulai toko itu, Penney mempelajari kota tersebut, orang orangnya dan kebutuhan kebutuhan mereka (memang riset pemasaran selalu terbayar).

Tokonya dinamakan the Golden Rule karena menerapkan prinsip mendasar yang dia yakini. Sebenarnya semua orang mengatakan dia akan gagal karena dia menentang penjualan barang secara kredit, namun penjualan hari pertama sebanyak US$ 464 dan tahun pertama sebesar US $ 28.898. Itu merupakan suatu visi yang hebat

Penney memimpikan jaringan toko yang tersebar di seluruh wilayah Rocky Mountain. Dan dia berhasil mewujudkan impiannya, bahkan jauh lebih besar dari impiannya semula.

Marilah kita refleksikan dalam kehidupan kita saat ini, yang jauh lebih mudah dari Penney, pasar yang sangat luas (jumlah penduduk yang berkali kali lipat dari jaman Penney) bagi produk dan jasa kita, alat dan sarana pemasaran yang jauh lebih canggih, ada televisi, radio, internet, koran, dll.

Jadi kenapa kita harus strees dengan produk dan jasa sejenis, tipe pemasaran yang sejenis, cara pemasaran yang hampir sama, dll. Pasar saat ini sangat luas…..sangat besar….sangat banyak orang yang sangat membutuhkan produk dan jasa kita.

So, let’s  DREAM BIG, THINK BIG, ……BIG SUCCESS!!!

Joe Hartanto