Saya Ditipu…. Saya Bangkrut….

Beberapa waktu lalu saya baru saja diminta oleh pimpinan salah satu bank BUMN Syariah, untuk sharing pengalaman saya berbisnis dan berinvestasi hingga berhasil mengubah kehidupan saya “From Zero to Hero”, di hadapan sejumlah teman teman UKM, mulai dari penjual nasi uduk, sampai pedagang kerudung keliling dan ibu rumah tangga yang berjualan online.

Selesai sesi sharing, dalam sesi tanya jawab, ada seorang ibu yang bertanya setengah curhat pada saya….

Beliau bercerita kalau dirinya baru saja “ditipu” , sampai hampir “bangkrut” oleh koleganya sebesar 6 juta rupiah, dan hal itu membuat dirinya benar benar stress, depresi, terpuruk, sehingga malas untuk kembali berdagang. Ibu ini minta pendapat dan saran saya untuk bisa kembali bangkit dan miliki semangat berjuang lagi.

Di akhir pertanyaannya beliau sempat menambahkan, bahwa walau jumlahnya 6 juta, yang mungkin kecil sekali bahkan tak ada artinya bagi sebagian orang, tapi bagi dirinya uang sejumlah itu, adalah uang yang besar sekali, karena itu hampir merupakan seluruh modal usahanya.

Teman teman pembaca, selama ini saya seringkali juga menerima pertanyaan yang mirip dengan curhat dan pertanyaan ibu diatas, baik langsung ataupun tidak langsung, lewat email maupun media sosial.

Dan jawaban serta saran singkat saya biasanya adalah GANTI FOKUS Anda!

Selama Anda berfokus pada apa yang sudah terjadi (apapun itu, apakah rugi, bangkrut, ditipu, kehilangan uang, dan kehilangan lain lainnya), maka akibatnya Anda malah akan semakin strees, depresi, dll karena Anda berfokus pada hal yang sudah terjadi dan tidak bisa diubah lagi, yang sudah diluar kontrol Anda.

GANTIlah FOKUS Anda pada hal hal yang masih bisa Anda ubah, yang masih dalam kontrol Anda. Mulailah dari hal terkecil di sekitar Anda, yang mana perubahan itu, walau kecil, akan membuat FOKUS Anda berubah, secara bertahap, dan karena FOKUS Anda berubah, maka semangat Anda timbul kembali serta kembali siap untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Tetapi terkadang ada yang lanjut bertanya, “Saya ini sudah mencoba ganti fokus, tapi tetap saja saya tidak bisa untuk melupakan rasa sakitnya itu disini …sambil menunjuk ke dadanya.. 🙂 dan lagi sebenarnya yang salah itu bukan saya, tapi istri saya, suami saya, karyawan saya, sehingga uang saya hilang dan saya “ditipu”….terus sekarang saya mesti gimana lagi pak?

Kalau sudah begitu saya biasanya menjawab begini, sadarkah Anda, bahwa :

  1. Dengan Anda nyatakan bahwa Anda sudah “mencoba” artinya Anda belum benar benar “mengubah”, Anda baru tahap “coba coba” saja, makanya itulah Anda, belum berhasil mengubah fokus Anda.
  1. Anda itu bukan “ditipu” tapi menyediakan diri secara sukarela untuk “ditipu” Karena kenyataannya kalau kita mau jujur terhadap diri kita, sebenarnya apa yang terjadi, sudah atas seijin dan kehendak kita sendiri…. Sepanjang kita tidak mengijinkan diri kita untuk menjadi “korban ditipu” maka hal tersebut tidak akan terjadi.
  1. Anda bukan sedang melihat kebenaran dari apa yang terjadi, tapi sedang mencari-cari pembenaran atas kejadian tersebut.

Karena saya sendiri pun pernah mengalami “ditipu”, “uang hilang”, “bangkrut”, “rugi bisnis”,dll dan saya sendiripun sempat mencari-cari pembenaran sesaat setelah peristiwa itu terjadi, tetapi untung saya segera dapat melihat kebenaran yang sesungguhnya, bahwa itu bisa terjadi, karena saat itu terjadi, saya telah mengijinkannya untuk terjadi.

Maka saya bisa dan berani berkata, bahwa, sepanjang seseorang masih merasa dirinya “ditipu” sebagai “korban penipuan”, dll  maka seseorang itu sedang tidak berani melihat kebenaran dari apa yang terjadi, tapi sedang berusaha mencari cari pembenaran atas apa yang dialaminya.

Pembenaran bahwa si penipu itu orang jahat, pembenaran bahwa karyawannya brengsek sampai membuat perusahaan rugi, pembenaran bahwa suami/istri/pasangan hidupnya yang salah, karena tidak mengingatkannya, pembenaran bahwa peraturan hukum dan ekonomi di negara ini kacau balau dan tidak memihak dirinya, pembenaran bahwa para pemimpin negara itu brengsek, koruptor dan tidak mengurusi dan memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, bahkan sampai pembenaran bahwa memang sudah nasibnya untuk ditipu sana sini dari sononya, dan memang tuhan, gusti allah, dewa dewi atau apapun nama dan sebutannya sudah menggariskan nasibnya untuk ditipu……. Titik.

Tapiiiiii ….. dia lupa, bahwa kebenaran sesungguhnya adalah, dirinya saat itu memang goblok dan tolol, dirinya itu memang serakah, dirinya itu kurang berhati hati dan terlalu mudah percaya pada orang lain, dirinya itu naif bahwa berbisnis itu tidak perlu proses belajar, sehingga kebenaran kebenaran itu mengakibatkan dirinya sampai tertipu berkali kali.

Teman teman pembaca sekalian, selama Anda tidak mau dan bersedia untuk berani melihat serta menyadari kebenaran atas sebuah kejadian, mengambil bertanggung jawab atas hal apapun dalam hidup Anda ini, maka sudah pasti Anda akan selalu menjadi “korban sukarela” dari hal hal yang terjadi dalam kehidupan Anda.

Selama Anda tidak berani melihat kebenaran dibalik sebuah peristiwa, dibalik kehidupan Anda saat ini, maka selama itu pula hidup Anda akan jalan di tempat bahkan cenderung mundur.

Selama Anda tidak berani introspeksi dan belajar meningkatkan diri, maka selama itu pula Anda tetap tinggal kelas, dan tetap duduk di kelas yang sama, sampai akhirnya Anda menyadari, bahwa nasib kehidupan Anda di dunia ini ada di tangan Anda masing masing.

Karena itu STOP lah mencari pembenaran atas hidup Anda, mulailah membuka diri, membuka hati untuk bisa melihat kebenaran dibalik kehidupan dan mengambil tanggung jawab atas kehidupan ini.

Mungkin, apa yang saya jelaskan diatas, saat ini agak sulit dipahami oleh sebagian besar orang dan memang saya sendiripun terkadang mengalami kesulitan untuk menjelaskannya lewat bahasa tulisan.

Biasanya Anda akan jauh lebih mudah mengerti apabila Anda sudah mengalaminya sendiri, walau tentunya sangat tidak bijaksana dan sangat buang buang waktu, bila untuk memahami segala sesuatu di dunia ini Anda harus mengalaminya sendiri secara langsung.

Oleh sebab itu, saya menemukan bahwa salah satu cara termudah dan teraman untuk belajar memahami sesuatu hal,  selain lewat tulisan seperti ini, adalah melalui pelatihan, simulasi, games, atau permainan.

Maka itulah dalam dalam setiap pelatihan yang kami selenggarakan, dan juga dalam workshop TheKEYtoFinancialFreedom.com kami selalu menyisipkan game game dan simulasi untuk mempermudah pemahaman dan penguasaan ilmu ilmu keuangan yang kami bagikan dalam workshop tersebut.

Itulah sebabnya komentar dari teman teman yang sudah ikuti workshop TheKEYtoFinancialFreedom.com sebagian besar mengatakan hal hal seperti dibawah ini :

testimoni-kff1
 

Workshop KFF ini sangat bagus!!, materi, games & berbagai simulasi selama 2 hari workshop, diadakan, untuk meREFLEKSIkan diri sendiri. Kemampuan pak Joe & bu Wei dalam menjelaskan SANGAT MUDAH DIPAHAMI, dalam bahasa yang mudah dicerna.

(Mer Eifel – pengusaha – peraih penghargaan WIRAUSAHA MUDA MANDIRI 2012, Karawang)

——–

testimoni-kff2
Penuh kejutan! Ikuti workshop KFF, sambil ber tanya2 “what’s next” adalah pengalaman seru dalam workshop ini. SEAKAN DIBERI CERMIN untuk melihat diri sendiri.

(M Nuzul Hidayat- pengusaha, mantan TOP eksekutif perusahaan telekomunikasi – Jakarta)

——–

testimoni-kff3
Program KFF workshop ini, jadi TAMPARAN yang hebat untuk saya, karena dengan ikuti KFF ini, saya akhirnya SADAR, kenapa saya belum bisa mencapai apa yang saya inginkan. Terutama di bidang financial. Workshop ini BERHASIL MENYAMBUNGKAN TITIK TITIK, yang selama ini, membuat saya bingung bagaimana menghubungkannya. Saya tidak menyangka karena ternyata jawaban atas semua itu, dengan ikuti workshop KFF ini, akhirnya saya temukan dalam diri saya sendiri.

(Felicia Gonadi – pengusaha – Palembang)

———

Dan tentunya masih banyak sekali komentar komentar senada dari teman teman alumni yang rasakan manfaat dari ikuti workshop TheKEYtoFinancialFreedom.com

Tentunya akan jauh lebih baik saat nantinya Anda bisa alami, rasakan dan dapatkan sendiri manfaat besar dari ikuti workshop KFF tersebut untuk perjalanan Anda mewujudkan kondisi BEBAS KEUANGAN.

Teman teman pembaca sekalian, saat Anda memang benar benar ingin mewujudkan hidup BEBAS KEUANGAN, maka mulailah untuk belajar menerima KEBENARAN, mengambil TANGGUNG JAWAB dan ubahlah FOKUS PIKIRAN Anda pada hal hal yang masih bisa Anda ubah serta kontrol, mulailah dari hal hal kecil disekitar Anda….

Niscaya semangat dan antusiasme Anda kembali berkobar kobar, dan kehidupan Anda berproses mewujudkan hal hal yang baik yang Anda ingin raih.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto & Tju Wei Wei

Founder of TheKeytoFinancialFreedom.com

Founder of PropertyCASHMachine.com

Tingkatkan pemahaman dan kemampuan Anda KELOLA serta KEMBANGBIAK-kan UANG Anda dengan ikuti @ http://TheKEYtoFinancialFreedom.com/workshop

 

Artikel Lainnya
No related posts for this content
Joe Hartanto