Pohon yang Akarnya Busuk

Salah satu hobi saya sejak kecil adalah berkebun dan merawat tanaman. Saat itu sementara teman teman saya seusia SD, bermain layangan atau bola, saya asyik sendirian memelihara dan merawat koleksi tanaman saya, dengan tangan kotor bergelimang tanah atau kompos…..hobi yang sampai saat ini masih saya tekuni, yang bagi saya sangat mengasyikkan dan menenangkan jiwa serta pikiran saya.

Beberapa bulan lalu, saya menanam sebuah pohon pisang hias di halaman rumah saya, tetapi setelah berbulan bulan pohon pisang tersebut tidak pernah mengeluarkan tunas baru, pertumbuhannya stagnan saja. Padahal pohonnya selalu saya siram, saya beri pupuk secara rutin dan perhatikan setiap harinya. Tapi tetap saja ini pohon tidak menunjukkan tanda tanda bertumbuh.

Sampai akhirnya saya bosan merawatnya dan menukar dengan jenis pohon lainnya. Nah saat saya bersama tukang kebun, menggali pohon pisang ini untuk dipindahkan ke tempat yang baru, barulah saya sadar…… ternyata perawatan saya selama ini sia sia saja, mau saya siram tiap hari, pupuk secara rutin sekalipun, ternyata percuma saja. Ternyata pohon pisang ini akarnya busuk, pantas saja tidak ada pertumbuhan tunas baru selama berbulan bulan ini……

pohon

Sama halnya seperti pengalaman saya dengan pohon pisang yang busuk akarnya, banyak orang yang berpikir keadaan keuangannya yang buruk  saat ini, terjadi karena adanya faktor external atau di luar diri mereka.

Seperti musibah yang menimpa mereka atau hal lainnya diluar diri mereka yang bisa mereka jadikan “kambing hitam” atau “kambing putih” (keluarga sakit, gaji kurang besar, dipecat dari pekerjaan, boss yang pelit, salah investasi, kebutuhan sekolah anak yang besar, kewajiban cicilan kredit, usaha yang bangkrut, lingkungan yang tidak kondusif, pendidikan yang rendah, usia yang sudah tidak muda lagi, dll). Apakah betul demikian halnya?

Sahabat sekalian, sebenarnya keadaan hidup kita saat ini bukanlah sebuah “sebab”, melainkan sebuah “akibat”. Penyebab keadaan kehidupan keuangan kita saat ini lebih berhubungan dengan faktor internal dalam diri kita, pola pikir, kebiasaan, mental dan terutama mengenai belief atau keyakinan dalam diri kita  mengenai keuangan.

Dan ironisnya banyak orang yang tidak menyadari akan hal ini, atau sekalipun sadar, tapi tidak mau melepaskan pola pikir yang tidak mendukungnya dalam hal keuangan.

Contoh beberapa pola pikir yang tidak mendukung mengenai uang  atau kekayaan :

  • Untuk hasilkan banyak uang, harus punya modal banyak.
  • Untuk dapatkan penghasilan besar harus punya pendidikan tinggi.
  • Untuk jadi kaya atau makmur harus berdarah darah dulu.
  • Orang kaya itu pelit, egois, mau menang sendiri.
  • Orang kaya itu hidupnya tidak bahagia dan matinya susah masuk surga.
  • Orangtua saya miskin, jadi wajar kalau saya tidak kaya.
  • Saya kuatir, kalau saya kaya, nantinya saudara dan teman teman saya akan datang untuk meminjam uang.
  • Kalau kaya, nanti bayar pajaknya mahal.
  • Untuk bisa investasi properti, harus punya modal. Atau…..
  • Saya kagak punya om atau tante kaya yang mau modali saya, etc…etc….etc….bla…bla…bla….

Sahabat sekalian, selama seseorang masih mempunyai pola pikir atau keyakinan yang tidak mendukungnya dalam hal keuangan, seperti contoh contoh diatas, maka bisa dipastikan akan sulit sekali seseorang tersebut untuk bertumbuh secara keuangan.

Sama seperti sebuah pohon yang akarnya busuk, mau disirami atau dipupuk dengan rutin sekalipun, tetap tidak akan bertumbuh, malah lama kelamaan akan mati membusuk.

Demikian pula yang terjadi dengan seseorang yang dari tahun ke tahun, kehidupan keuangannya selalu begitu begitu saja terus, bahkan cenderung menurun dan kemampuannya tergerus oleh inflasi, pastilah ada “akar” atau pola pikir yang sedang membusuk.

Hal yang sama juga dapat menjawab pertanyaan banyak orang, yang menanyakan ke saya, pertanyaan seperti ini,  “Pak, saya sudah belajar ke sana kemari, ikut seminar si “itu”, ikut pelatihan si “anu”, belajar banyak hal baru, membaca berbagai macam buku tentang cara membangun kekayaan, baik melalui properti, saham, forex, internet ataupun bisnis, tapi tetap saja saya belum berhasil juga,  saya hanya berjalan di tempat, atau sekalipun bertumbuh tapi tidak seperti yang saya harapkan kemajuannya.

Apakah bapak bisa bantu saya jadi cepat kaya dan sukses? Kasih dong tip tips dan rahasianya ….gubrakkk….hehehe…. Maka jawaban singkat saya adalah…”Emangye gue Tuhan atau tukang sulap apa? Suruh nyulap loe tiba tiba jadi kaya?”…hehehe….

Dan jawaban panjang saya adalah, “Ayo dicek dan introspeksi diri sendiri dulu, apakah Anda memiliki pola pikir yang tidak mendukung mengenai keuangan?

Apakah ada program masa lalu yang kurang mendukung dalam hal keuangan atau kekayaan??

Dan saat Anda temukan hal tersebut, maka perbaiki lah dulu “sebab”nya atau  semua akar masalah keuangan anda.. maka Anda akan mendapatkan “akibat” atau hasil yang berbeda”

Dan “ingat, saya hanyalah penunjuk jalan, tapi yang menjalaninya ya tetap Anda sendiri……” demikian biasanya saya jawab pertanyaan yang seperti itu. Pepatah bijak mengatakan : “If you want to change the fruit….. You have to change root”. 

Jadi pertanyaan saya adalah :

  • Apakah menurut Anda, Anda telah memiliki Akar Sehat yang bisa membawa Anda ke Kesuksesan dan Kekayaan?
  • Atau Anda memiliki Pola Pikir yang Membatasi seperti yang saya sebutkan diatas?

Silakan berikan jawaban Anda di bagian komentar di bawah ini. Saya akan mencoba memberikan beberapa solusi bagi Anda.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

Join our new PCM E-Learning

@ https://propertycashmachine.com/elearning

And

Join our training & coaching session

@ www.PropertyCashMachine.com

“Tempatnya belajar cara cerdas membangun kekayaan melalui properti TANPA MODAL”

Joe Hartanto