Paling Cantik, paling Sexy, paling……

Dalam sebuah kesempatan, salah seorang teman saya bertanya : “Joe, aku baru aja dapat tawaran investasi properti dari 3 orang temen, ke 3 nya bagus, aku udah survei, aku dah hitung, semuanya bagus, menurut loe, aku baiknya pilih yang mana ya?”

Nah sahabat sekalian, pernahkah Anda menghadapi situasi yang kurang lebih serupa? Ketika Anda dihadapkan dengan lebih dari satu pilihan yang semuanya bagus, tetapi Anda hanya bisa pilih salah satu saja?  Bingguung?

Apa yang biasanya Anda lakukan? Ber”doa” mohon petunjuk? Menunggu wangsit? Atau membuka kancing….ehhh salah, menghitung kancing baju? Hehehe……

Pada umumnya orang akan menimbang nimbang, mana yang nilai lebihnya paling banyak? Mana yang kebaikannya paling banyak? Mana yang untungnya paling banyak? Betul atau benar???

Nah kembali ke pertanyaan teman saya diatas, saya jawab begini : “Loe mau jawaban yang ‘enak didengar” seperti jawaban pada umumnya? Atau jawaban berdasarkan pengalaman dan proses pembelajaran saya selama ini?”

Kemudian teman saya menjawab, “kalo boleh dua – duanya, tapi kalo nggak boleh, ya aku pilih jawaban yang berdasarkan pengalaman dan proses pembelajaran loe selama ini”

“Ok deh, saya kasih jawaban dua duanya buat loe”, demikian jawab saya. Catet nih ya, dengerin baek baek”

Jawaban ke 1 yang enak didengar : “Buat daftar kebaikan, keuntungan, dan kelebihan dari masing masing investasi tersebut, terus pilih mana yang paling baik.  Sama seperti kalo pilih calon istri, pilih yang paling cantik, paling sexy, paling baik, paling pintar, paling kaya, dan paling paling lainnya kan…..hehehe. Itu jawaban yang “enak didengar” seperti jawaban orang pada umumnya, yang mana loe juga mungkin sudah tahu kan?”

Nah, jawaban 2 : “Buat daftar kejelekan dari ke 3 investasi tersebut, resiko kerugiannya apa saja, dalam hal pikiran, waktu, tenaga, uang, maupun sumber daya lainnya, cari tahu resiko terburuk / paling jelek  dari masing masing investasi tersebut? Kalo sampe rugi, tidak terjadi sesuai yang diharapkan, berapa besar modal yang akan hilang? Nah, bila sudah ketemu, pilihlah dari semua antara pilihan investasi tersebut yang resiko kerugiannya paling bisa loe terima, yang nggak bakalan bikin loe frustasi, stress, “gila” bahkan “bunuh diri”….hehehe…

“Oh gitu ya, tapi kok gitu akhiran jawabannya? Emang ada orang yang sampe stress, “gila” bahkan “bunuh diri” gara gara berinvestasi?” Tanya teman saya balik.

“Begini bro, hal apapun didunia ini pada dasarnya ada resikonya, demikian bisnis atau investasi, resikonya bisa untung maupun buntung, pilihan investasi ada yang beresiko untung maupun rugi.

Tetapi, seseorang pada umumnya, apabila dihadapkan pada situasi yang harus memilih dari berbagai pilihan yang ada, biasanya emosional, rasa serakah, ingin keuntungan sebesar-besarnya yang lebih dominan, sehingga mereka memilih yang paling baik, yang untung paling besar. Pilih pasangan hidup sekalipun demikian kan, pilih yang paling cantik, paling ganteng, paling sexy, paling baik, paling pintar, paling kaya, dan paling paling lainnya.

Paling Cantik, paling Sexy, paling - 1

Dan biasanya cenderung memilih berdasarkan kelebihan dari masing masing pilihan tersebut, dan kemudian  biasanya mereka lupa akan resiko kerugiannya.

Padahal yang namanya hidup didunia ini kan selalu ada 2 sisi, ada hitam ada putih, ada kiri ada kanan, ada siang ada malam, ada pria ada wanita, ada baik ada buruk, demikian pula dalam bisnis atau investasi, ada untung ada rugi.

Biasanya orang hanya siap baiknya saja, siap untung, tapi nggak siap keburukannya, nggak siap  rugi. Sehingga ketika pilihan investasinya itu tidak sesuai dengan harapan, apalagi kalau sampai modal yang dikumpulkan bertahun tahun, hilang lenyap begitu saja, di”gondol” sama penyelenggara investasinya, maka menderitalah dia, kalutlah dia, marah, sedih, kecewa, strees, putusasa, frustasi, “gila” bahkan bisa terjadi hal yang lebih parah lagi.

Sebenarnya semua perasaan negatif itu, tidak perlu terjadi, apabila sejak awal memilih, seseorang sudah tahu resiko terburuk apa yang bakal diterima, dan mengukur serta menimbang nimbang, mana yang resikonya paling bisa diterima. 

Sehingga dengan demikian, dia mempunyai mentalitas seorang pemenang, tidak saja siap untung, tapi juga siap rugi. Bukan seperti mentalitas kereeeee, yang hanya siap untung, tapi ketika rugi atau tidak sesuai dengan kenyataan, marah marah, kesel kesel sendiri, frustasi sendiri, dan akhirnya ‘gila” sendiri…..”

Dalam hidup ini kan semuanya ada resikonya, ada resiko untung, ada resiko rugi, sebagai seorang yang memiliki mental pemenang, mentalitas pembelajar, mentalitas orang sukses, ya harus siap dengan segala resiko yang ada.

Kalau dapat untung ya disyukuri, kalau rugi ya hadapi, tarik pelajarannya apa? Belajar dari hal tersebut, perbaiki yang bisa diperbaiki, dan jadikan sebagai pengalaman yang berharga, sehingga tidak terulang lagi.

Paling Cantik, paling Sexy, paling - 2

“Begitu bro, pendapat saya yang didapat dari pengalaman jatuh bangun, untung rugi, maupun kebijaksanaan dari guru guru saya, dan dalam proses belajar saya selama ini.

Semoga bermanfaat dan mencerahkan, selamat berinvestasi dan memilih resiko yang paling bisa diterima, tentunya kalau bisa juga yang untungnya paling besar…..hehehe.

Oh ya satu hal lagi, kalau bisa berinvestasilah atau berbisnislah tanpa modal atau gunakan modalnya orang lain, itu baru pinter, kalo bisnis atau investasi dengan modal sendiri, bayi baru lahir juga bisa asal dia anaknya orang berduit. Tapi  kalu loe bisa dan berhasil berbisnis atau berinvestasi dengan duit orang lain itu baru cerdaass….daas…daas ..dashyaaaat…….namanya.”

“Oh iya bener bener, seperti yang pernah loe ajarin aku dulu ya Joe, beli properti, kagak pake modal, kagak pake nyicil, malah dapat duit”  teman saya langsung menanggapi dengan responsif

Demikian sahabat sekalian, percakapan sekilas dengan teman saya beberapa waktu yang lalu mengenai cara memilih calon pasangan hidup….ehhhh salah,  cara memilih sebuah investasi….hehehe, semoga bermanfaat dan berguna juga bagi para sahabat sekalian.

Salam Sukses Berkelimpahan

Joe Hartanto

Join our training & Personal Consultation 

@ https://propertycashmachine.com/workshop

“Tempatnya belajar cara cerdas membangun kekayaan melalui properti TANPA MODAL”

Joe Hartanto