Jurus Bisnis dan Properti ala Bukan Haji Lulung

Teman teman, seperti kita ketahui bersama, beberapa waktu terakhir ini topik mengenai Haji Lulung menjadi topik yang sangat populer di sosial media (terutama Twitter). Setiap hari sejak bangun tidur sampai mau tidur kita disuguhi bermacam kalimat ber-hashtag #savehajilulung.

Nah, saya bukan bermaksud ikut-ikutan membuat guyonan tentang “Bukan #savehajilulung” seperti teman teman di sosial media, yang banyak membuat kalimat kalimat satir atau guyonan seperti :

Sebelum orang yang, bukan Haji Lulung nawar sebuah rumah, penjualnya langsung buru buru nurunin harga

atau

Saat orang yang, bukan Haji Lulung perlu modal, yang punya bank langsung buru buru datang kasih modal”.

Di artikel ini saya tidak ingin membicarakan tentang baik buruk atau benar tidaknya si Haji Lulung, tidak juga hal-hal yang berhubungan dengan politik dan sejenisnya, biarlah media massa yang membahasnya, kita sudah punya lebih dari cukup media online dan offline yang membahasnya.

Di tulisan ini, saya ingin membahas aspek lain yang lebih menarik, yang banyak tidak diketahui oleh orang umum atau awam yaitu Jurus Bisnis dan Properti Bukan Haji Lulung 🙂

Seperti yang kita tahu dari berita, Haji Lulung dikenal sebagai salah satu “tokoh” yang berasal dari Tanah Abang. Tetapi tokoh Haji pengusaha Tanah Abang yang jurus bisnis dan propertinya akan saya ulas dalam tulisan ini, jelas Bukan Haji Lulung.

Kebetulan saja, pak Haji yang saya kenal, dan juga sebagai salah satu inspirator saya, juga memang berbisnis dan memiliki properti berupa ribuan kios di Tanah Abang. Untuk selanjutnya kita sebut saja pak Haji kenalan saya ini sebagai Haji Abang.

Saya bertemu dan berkenalan dengan pak Haji Abang ini, awalnya di sebuah pertemuan diskusi bisnis di awal tahun 2006, yang kemudian berlanjut dengan pertemuan-pertemuan kami berikutnya di berbagai pertemuan, dan hingga saya sempat bersilaturahmi dengan beliau, di salah satu lokasi tokonya yang terletak di Tanah Abang.

Saat awal pertama kali berkenalan, beliau memperkenalkan dirinya sebagai pengusaha yang bergerak dalam bidang busana, tetapi setelah beliau banyak sharing perjalanan bisnisnya, dan kemudian saya diajak berkeliling melihat lokasi lokasi tokonya yang ternyata tidak hanya ada di Tanah Abang, tapi juga diberbagai lokasi lainnya, saya punya pemikiran berbeda.

Seketika mengetahui bahwa pak Haji Abang memiliki banyak sekali kios di pusat-pusat perbelanjaan, saya langsung berkesimpulan yang lain tentang usaha pak Haji Abang ini. Sebenarnya pak Haji ini menjadi besar semata-mata bukan dari bisnis busananya saja.

Tetapi ada bisnis yang lebih besar di balik bisnis busananya, yaitu bisnis properti. Mirip seperti McDonald yang bukan sekedar berbisnis hamburger, tetapi justru bisnis propertilah yang membuatnya menjadi sangat besar dengan aset properti yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Dalam sebuah kesempatan, beliau saya “tembak” dengan bertanya begini:

Maaf , sebenarnya pak Haji ini berbisnis busana atau berbisnis properti ya?” dan beliau dengan tertawa langsung menjawab dengan pujian “Wah, kalau kamu bisa mengambil kesimpulan seperti itu, saya yakin tidak lama lagi bisnismu akan maju dan melaju dengan jauh lebih cepat lagi”.

Saat itu saya langsung menyadari, bahwa saya telah berhasil mengetahui esensi atau intisari dari besarnya sebuah bisnis, yaitu adanya faktor properti sebagai salah satu penunjang utama dari sebuah bisnis.

Mengapa properti menjadi salah satu faktor penunjang utama dalam suksesnya sebuah bisnis? Apa hubungannya? Tentu saja hubungannya baik baik saja…..hehehehe……..

Dalam bisnis, jika seorang pengusaha, menginvestasikan keuntungan usahanya dalam bentuk properti, saat suatu hari bisnisnya memerlukan modal untuk pengembangan usaha, maka bank akan dengan mudah meminjamkan modal usaha, karena si pengusaha sudah memiliki agunan berupa properti propertinya.

Dengan pinjaman modal tersebut, maka bisnis si pengusaha akan semakin besar dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Dengan keuntungan yang lebih besar, maka si pengusaha bisa membeli lebih banyak lagi aset properti.

Dan siklus kembali berulang, saat bisnisnya ingin dikembangkan lebih besar lagi, maka dengan agunan properti properti barunya, si pengusaha bisa dengan mudah kembali mendapat pinjaman modal usaha.

Usahanya membesar, keuntungan membesar, maka bisa beli properti lebih banyak lagi…..demikian siklus yang sama berulang.

Makanya dari itu saya selalu berpesan pada teman teman yang baru mulai merintis usaha, bahwa saat nanti usaha mereka sudah mulai terkendali dan punya kemampuan untuk membeli properti, segeralah beli properti, karena propertilah yang nantinya membantu saat mereka membutuhkan modal untuk pengembangan usaha.

Dalam sebuah bisnis yang berkembang, salah satu tantangan yang dihadapi adalah modal yang selalu kurang dan kurang, disaat itulah properti bisa menolong memberikan bantuan dengan menjadi agunan pinjaman modal di bank.

rumah-vs-money
Jadi bagi seorang pebisnis atau pengusaha yang sukses, mereka pasti selalu menggabungkan atau meng”kawin”kan antara bisnisnya dengan properti.

Kalau kita ibaratkan, bisnis dan properti adalah ibarat sendok dan garpu. Sendok dan garpu selalu bekerja sama dalam memasukkan makanan ke mulut kita, dan bisnis dan properti selalu bekerjasama dalam membesarkan dan memajukan seorang pengusaha.

Sebagian dari Anda saat ini mungkin saat ini bertanya dalam pikiran, “lah terus kalo yang bukan pengusaha, atau gak demen usaha, gimana caranya bisa sukses dan punya banyak properti??

Teman, memang benar seorang pengusaha yang memiliki usaha sukses, otomatis akan dengan mudahnya membeli properti. Tetapi bagi anda yang bukan pengusaha, tentunya juga bisa dan sangat bisa memiliki investasi properti.

“Banyak jalan menuju Roma”, jika Anda memang sungguh sungguh ingin sukses berinvestasi properti, tapi Anda bukan pengusaha, gak demen usaha, gak punya modal, dan segudang alasan alasan lainnya, tetapi Anda memiliki keinginan maju yang kuat, dan Anda masih bisa serta mau berpikir, pastilah ada jalannya. Berpikirlah kreatif, kembangkanlah kemampuan otak kanan, otak kreatif Anda.

Saya sendiri sudah membuktikan dan melihat banyak sekali teman teman yang juga awalnya memiliki segudang alasan, tetapi dengan mengubah cara berpikir mereka, dengan berpikir lebih kreatif, dengan memiliki “kacamata” yang baru, akhirnya mereka juga bisa sukses dan memiliki aset aset properti yang bekerja untuk kemakmuran mereka.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

CoFounder of BuildingWealthAcademy.com

Upgrade your wealth mindset with PCM E-Learning

@ http://PropertyCASHMachine.com/elearning

Upgrade your wealth mindset with workshop & consulting session

@ http://PropertyCASHMachine.com/workshop

And

@ http://TheKEYtoFinancialFreedom.com

Joe Hartanto