Jalan Kaki dari Jakarta ke Denpasar Yukkkk…

Teman teman, bayangkan saat ketika Anda belum pernah pergi ke suatu tempat liburan yang indah… anggap saja tempat itu Bali. Anda ingiiiiiiin sekali pergi ke pulau Bali, dan itu adalah tempat tujuan utama impian Anda, yang selalu mewarnai tidur dan mimpi mimpi Anda selama ini.

Semua saudara dan banyak teman Anda, sudah pernah pergi ke Bali dan mereka semua terlihat sangat menikmati liburan di pulau Bali yang indah. Cerita cerita perjalanan liburan mereka, membuat Anda semakin bertambah kepingggiiiiiin pergi ke Bali.

Suatu hari, salah seorang sahabat terbaik Anda yang juga belum pernah pergi liburan ke Bali, tiba tiba menelpon Anda dan mengajak pergi ke Bali, “Broo… kita pergi ke Bali, jalan kaki dari Jakarta ke Bali yuuukkk….

Kemungkinan besar, saat itu reaksi Anda akan sangat terkejut dan menganggap sahabat Anda ini sudah agak “setengah abnormal”

Mau kapan sampainya kalau ke Bali jalan kaki?…hehehe…..

jalankaki
Tapi karena dia adalah sahabat baik Anda, jadi Anda beranikan diri bertanya, apa alasan dia mengajak Anda pergi ke Bali dengan berjalan kaki. Dan ternyata…. alasan dia mengajak Anda ke Bali dengan berjalan kaki adalah karena dia dan Anda tidak punya mobil atau pesawat sendiri untuk pergi ke Bali, makanya dia mengajak Anda untuk pergi ke Bali dengan berjalan kaki saja he..he..he..

Tentunya saya sudah bisa duga, bahwa reaksi Anda selanjutnya akan tertawa terbahak bahak atas “kebodohan dan keluguan” sahabat Anda ini.

Kemudian, saat Anda jelaskan, “Loh broo…kita kan tidak perlu harus punya uang ratusan juta atau puluhan milyar terlebih dulu, untuk bisa beli mobil atau pesawat pergi ke Bali.

Kan hari gini, hanya dengan uang beberapa juta saja, kita bisa beli tiket pesawat atau sewa mobil untuk pergi ke Bali. Sehingga kita, dengan jumlah uang yang jauh lebih sedikit, bisa tetap pergi ke Bali atau tujuan jauh lainnya dengan nyaman dan cepat”.

Barulah kemudian sahabat Anda ini mengerti, “Ohhh… ternyata hari gini, untuk bisa pergi ke Bali itu tidak harus punya mobil atau pesawat sendiri…. Bisa pakai mobil atau pesawatnya orang lain, dan kita hanya perlu bayar sewa (atau beri keuntungan saja ke si pemilik mobil atau pesawatnya)”.

Hahaha… nah, mungkin Anda merasa ini cerita bodoh ya…. tapi sekarang mari kita bahas ke topik utama yang ada kaitannya dengan cerita ini.

Mirip dengan ilustrasi di atas, hal yang aneh tapi nyata, adalah saat orang ingin berbisnis atau berinvestasi di properti. Selama ini selalu saja modal uang yang dijadikan kendala utama, oleh banyak orang, untuk tidak memulai berbisnis atau memiliki investasi properti.

Dan alasan klasik atau “kambing hitam”nya adalah mereka tidak bisa berbisnis atau berinvestasi properti, karena tidak punya modal uang.

Mereka berasumsi bahwa bisnis dan investasi properti adalah miliknya orang orang kaya atau berduit saja. Nanti saja, kalau sudah punya modal uang sendiri, baru mulai berbisnis atau berinvestasi properti.

Mereka mereka ini, kalau diajak berpikir lebih maju dan kreatif, seperti yang saya sering katakan Setelah kaya baru beli properti? Cara kuno! Mengapa tidak beli properti untuk jadi kaya?” malahan, ber-negatif thinking dan ngata ngatain yang macam macam….

Padahal, jika mereka mau membuka diri dan cari tahu lebih lanjut, mereka akan sadar, bahwa mereka sendirilah yang sebenarnya berpikir terlalu rumit dan tidak kreatif, seperti halnya sahabat Anda tadi diatas yang mau jalan kaki ke Bali.

Sebenarnya mereka bisa segera memulai bisnis dan investasi dalam hal apapun, tidak hanya properti, untuk mencapai tujuan keuangannya, meski belum punya modal uang yang cukup.

Dan kalau mereka mulai dijelaskan caranya bahwa sebenarnya kita bisa berbisnis atau berinvestasi dengan modal uang orang lain atau investor, seperti halnya kita memakai kendaraan orang lain untuk ke tempat tujuan kita. Komentarnya biasanya negatif lagi, “emang hari gini, ada orang yang mau kasih modal atau dipinjemin duitnya ama kita??

Ya tentu saja, jawabannya, tergantung…. Bisa mau, bisa tidak mau. Tergantung, orang yang kasih modal atau dipakai duitnya ama kita ini, untung apa tidak. Kalau dia merasa untung dan aman duitnya kita pakai, kemungkinan besar dia mau.

Sama persis, waktu kita sewa mobil atau naik pesawat ke Bali, kita kan bayar sewa atau tiketnya, si pemilik kendaraan dapat untung, dan kita juga gak berniat bawa kabur, merusak atau merugikan si pemilik kendaraan.

So, teman teman, mulailah untuk belajar berpikir lebih sederhana dan lebih kreatif lagi dalam mencapai tujuan tujuan Anda yang lebih besar. Perbesar impian Anda, kuatkan tekad dan kemauan, serta ACTION sekarang juga!

Wujudkan impian Anda seperti halnya Gusti (di tulisan dan audio sebelum ini yang telah punya passive income hampir Rp 100 juta/bulan dari asalnya pengangguran) dan teman teman sukses lainnya di tulisan-tulisan saya sebelumnya.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

Founder of PropertyCASHMachine.com

 

 

Joe Hartanto