Ini SEBAB Utama…. Ludes Lagi Uangnya

Gara gara tulisan “Ludes Rp 1,2 Milyar Dalam 6 Bulan”, kami menerima begitu banyak respon bahwa cerita tersebut memang benar benar banyak terjadi di sekeliling teman, saudara dan keluarga mereka.

Yang paling mengenaskan adalah apa yang terjadi pada mereka yang sudah bekerja puluhan tahun, segera memasuki masa pensiun dan seharusnya bisa menikmati uang pensiun yang untuk sebagian besar orang, jumlahnya sangat besar (Milyar), tetapi yang terjadi adalah kebalikannya.

Banyak diantara mereka yang sebelumnya sudah membaca buku, mengikuti berbagai pelatihan (berkebun, beternak, membuka bisnis, trading saham, dll) dengan harapan bisa menikmati pensiun dengan nyaman, menikmati hasil dari investasi dan bisnis yang dijalankan.

Ada juga yang setelah pensiun langsung dikerubuti teman teman dan saudara saudara yang sudah menjalankan bisnis tertentu, ingat pepatah “ada gula ada semut”. Mereka datang mempresentasikan bahwa bisnis mereka begitu bagus dan akan semakin bagus jika mendapat suntikan modal.

Dan berbagai skenario drama lainnya.. yang tentu sudah bisa Anda duga akan berakhir dimana…. boro boro menghasilkan uang, banyak yang malah seluruh uang pensiunnya habis bis bis… ludes des des…bahkan sampai berhutang untuk menambah kembali modal, dengan harapan bisa mengembalikan modal awal (uang pensiun) nya tadi.  Tetapi benar seperti dugaan Anda, dana tambahan tersebut banyak juga yang akhirnya ikut raib dan menjadi beban hutang.

Anda mungkin berpikir, orang-orang itu hanya kurang beruntung… Apa betul asumsi itu?

Beberapa hari lalu, kami baru saja bertemu dengan seorang teman lama yang sudah 3-4 tahun tidak bertemu dan dia bercerita bahwa 2 tahun yang lalu dia baru saja mengajukan pensiun dini dari perusahaan tempat dia sudah mengabdikan dirinya selama 25 tahun.

Tetapi saat ini uang pensiun yang didapatnya waktu itu sebesar 600juta, sudah habis bis bis….ludes des des…. Bahkan untuk membayar uang sekolah anaknya untuk melanjutkan sekolahnya saja, dia sampai harus dibantu oleh salah seorang kerabatnya…. Hmmm.. sungguh ironis dan sangat menyedihkan…

Teman teman, karena saking banyak kejadian seperti itu terjadi, tentu ini bukan cuma karena kurang beruntung. Lalu mengapa hal hal seperti itu bisa banyak terjadi?? Itulah yang akan saya jelaskan di tulisan kali ini.

Hal itu terjadi karena kebanyakan orang tidak paham, bahwa untuk menjalankan sebuah bisnis bukan hanya dibutuhkan ketrampilan menjalankan “kegiatan usahanya” saja.

Misalnya seorang pebisnis ternak bukan hanya perlu pandai mengurus ternaknya. Seorang petani bukan hanya perlu pandai mengurus tanamannya. Seorang peternak atau petani yang sukses, pastilah tidak hanya pandai mengelola ternak atau tanamannya, tapi dia juga pandai “beternak atau berkebun uang”.

Berbisnis atau berinvestasi sangat memerlukan ketrampilan mengurus “UANG”.

Tapi tentunya, sebelum mengurus sesuatu, Anda perlu mengenal sifatnya, bukan? Contoh untuk mengurus dan membesarkan bibit tanaman atau anak ayam, Anda harus tahu sifat sifat, pupuk/makanan, cara merawatnya, berbagai macam potensi penyakit yang bisa menyerang tanaman atau binatang tersebut, dll.

Kebanyakan orang yang tidak mengerti sifat uang, contoh sifat uang no 1 : “Jika Anda tidak mampu mengelola uang kecil, maka Anda tidak akan bisa mengelola uang besar”.

Seperti halnya, seorang yang sudah bertani puluhan tahun tetapi tidak berkembang, hanya segitu gitu saja.. tiba tiba dipercayakan mengurus lahan pertanian yang besar dan luas lahannya 100 kali lipat? Wow…nanti dulu….

Beberapa hari lalu kami sempat mendiskusikan hal ini dengan salah satu partner sekaligus sahabat baik kami sambil makan pagi. Dan kami berkesimpulan hal yang sama, bahwa banyak orang yang sebetulnya “merasa sudah” merencanakan masa tua atau pensiunnya dengan cara akan berbisnis a,b,c saat pensiun nanti, dan bahkan ada juga yang mulai sudah merintis usaha sebelum pensiun, menabung dan lain lain,  akhirnya banyak yang berakhir dengan kekecewaan dan rasa frustrasi yang besar.

Kenapa begitu? Menurut diskusi kami, hal ini disebabkan karena kapasitas diri mereka yang selama ini belum dikembangkan.

Financial IQ nya rendah yaitu kecerdasan dan kesadaran akan keuangannya rendah sehingga “bingung” harus bagaimana dan harus diapakan uangnya itu, jadilah ikut ikutan… atau terkena “rayuan” dan akhirnya menjadi “korban sukarela”

Mungkin sebagian dari Anda, ada yang masih bingung dan bertanya tanya, “terus sekarang saya harus bagaimana?”.

Saya berikan perumpamaan sebagai berikut, jika air ibarat adalah uang dan Financial IQ itu saya ibaratkan wadah air, maka kalau Anda ingin menampung air sebanyak 1000 liter air, tentunya tidak bisa hanya dengan sebuah ember yang hanya bisa menampung 10 liter air, Anda harus menampungnya dengan tangki atau tandon air.

Jika Anda tetap ingin memaksakan untuk menampung air dengan sebuah ember yang daya tampungnya cuma 10 liter air, apa yang terjadi?? Tentu airnya akan lebih banyak yang tumpah ruah kemana-mana bukan?

ember-tumpah
 

Demikian juga saat Anda ingin memiliki uang Rp 100 ribu dengan uang Rp 1 Milyar. Tentu membutuhkan kemampuan yang berbeda, ilmu dan mentalitas yang berbeda. Seseorang dengan kemampuan, ilmu dan mentalitas Rp 100 ribu, tentu tidak akan mampu mengelola uang sejumlah Rp 1 Milyar.

Malah uang Rp 1 milyar yang mampir di tangannya, akan tumpah ruah kemana-mana seperti halnya air 1000 liter yang dituangkan ke ember dengan daya tampung 10 liter. Tetap saja yang tersisa akhirnya hanya 10 liter itu atau dalam perumpaan ini hanya Rp 100 ribu itu karena kemampuan daya tampung uangnya ya maksimum cuma 10 liter, cuma 100 ribu.

Nah, tentunya sekarang Anda sudah lebih paham, saat Anda ingin menampung air 1000 liter atau uang 1 Milyar, sebelum air atau uang itu Anda datangkan dengan berbagai macam cara, tentunya hal yang utama adalah Anda siapkan dulu wadahnya (Financial IQ) yang bisa menampung 1000 liter atau 1 Milyar!!

Anda boleh saja paksakan atau melakukan percepatan datangnya air atau uang itu, dengan belajar berbagai cara berbisnis, tehnik dan trik berinvestasi properti atau saham atau emas atau apapun juga.

Tapi kalau wadahnya cuma bisa nampung 10 liter air atau uang 100ribu… ya balik balik ke situ lagi ke situ lagi. Air atau uang yang berhasil didatangkan, ya cuma numpang lewat doang karena daya tampungnya memang tidak cukup, ya memang cuma segitu doang.

Jadi, tugas utama Anda saat ini adalah perbesar kapasitas Anda, daya tampung Anda atau Tingkatkan Financial IQ Anda.

The world is changing so fast saat ini, dunia berubah sedemikian cepat sekali sekarang ini.

Jika Anda tidak ikut berubah, tidak meningkatkan diri Anda dan tidak meningkatkan kecerdasan dan kesadaran keuangan Anda maka Anda akan semakin tertinggal….

Lakukan perubahan diri sekarang. NOW is THE TIME. Keep learning and keep growing, when you stop learning, you die.

Dan bagi Anda yang bekerja di sebuah perusahaan, boleh saja Anda berharap mendapat uang pesangon (golden shake hand) pada saatnya nanti tiba.

Tapi kami sekedar ingatkan, jangan pernah berharap perusahaan akan membimbing dan membantu Anda mengelola uang pensiun atau pesangon Anda, karena tanggung jawab Anda sendirilah untuk meningkatkan kemampuan mengelola uang Anda, karena “Perusahaan tidak akan pernah peduli apakah Anda makmur atau tidak, saat Anda pensiun atau berhenti bekerja”.

Diskusi pagi itu dengan partner dan sahabat kami itu, juga membawa kami pada kesimpulan lainnya, bahwa:

Kebanyakan orang kalau belum bangkrut, belum habis habisan, belum benjol-benjol, belum berdarah darah, seringkali masih juga belum mau belajar dan meningkatkan dirinya.

Apakah mungkin memang harus bangkrut berulang-ulang dulu, baru mau belajar?”

Semoga Anda yang sedang membaca tulisan ini tidak seperti orang kebanyakan, sehingga Anda memutuskan sekarang juga untuk meningkatkan Financial IQ Anda agar bisa menarik, mengelola dan mengembang-biakkan uang Milyaran atau bahkan Puluhan Milyar.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto & Tju Wei Wei

Pelajari Buku TERBARU kami tentang Cara Meningkatkan Financial IQ Anda melalui Buku “The Key to Financial Freedom” (diterbitkan Gramedia) di http://thekeytofinancialfreedom.com/book/

Tingkatkan Pemahaman dan Kemampuan Anda KELOLA serta KEMBANGBIAK-kan UANG Anda melalui @ http://TheKEYtoFinancialFreedom.com/workshop

 

Joe Hartanto