Gara-gara Properti, Eks Pecandu Narkoba Jadi Juragan Kapal

joe-hartanto-maratuaBeberapa waktu lalu, saya bersama Wei dan beberapa teman, melakukan perjalanan diving selama satu minggu ke pulau Maratua dan Kakaban di Berau – Kalimantan Timur.

Ya diving jadi hobi baru saya dan Wei sehingga mengantarkan kami ke berbagai tempat pelosok di Indonesia seperti di Raja Ampat, Papua dan sekarang di Berau, Kalimantan.

Nah di sebuah lokasi diving di pulau Kakaban, entah kenapa, perasaan saya menyarankan untuk kali itu tidak ikut terjun menyelam ke laut bersama Wei dan teman-teman kami. Saya putuskan untuk tetap tinggal di kapal bersama dengan nahkoda dan anak buah kapal.

Dan ternyata keputusan tidak ikut menyelam dan tinggal di kapal adalah sebuah keputusan yang tepat karena saya jadi mendapat sebuah kisah inspirasi yang menarik dan merasa perlu sekali membagikannya untuk Anda šŸ™‚

Sambil menunggu Wei dan teman-teman kami menyelam, saya mulai mengajak berbincang santai si nahkoda kapal yang kami sewa.

Kebetulan sang nahkoda, yang bernama pak Nanang saat itu juga sedang santai karena tidak perlu konsentrasi mengemudikan kapal boatnya. Setelah bicara ngalor ngidul, mulailah saya bertanya pengalamannya dalam mengemudi kapal dan latar belakang pribadi pak Nanang.

Pada awalnya saya kira beliau berprofesi murni sebagai pengemudi kapal boat sewaan saja. Ternyata pak Nanang ini adalah pemilik langsung dari kapal boat yang kami sewa, beserta 11 kapal lainnya yang sedang dikemudikan oleh anak buahnya.

Dia memutuskan mengemudikan kapalnya sendiri demi untuk mengantar rombongan kami, karena bertujuan khusus untuk menyelam dan melihat langsung Ikan Hiu terbesar yaitu Hiu Paus atau Whale Shark yang terkadang terlihat muncul di sekitaran bagan bagan ikan yang ada di tengah tengah lautan.

Dari apa yang disharingkan oleh pak Nanang, saya menjadi takjub dan kagum dengan beliau, karena beliau benar benar berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk kami sebagai pelanggannya.

Menurut pak Nanang, harga kapal boat yang kami sewa saat itu kisarannya di 700 jutaan. Dengan penampilannya yang sangat sederhana dan kulit tubuh yang hitam legam karena sering terbakar oleh matahari laut, tentulah siapa sangka bahwa pak Nanang, yang menurut pengakuannya di saat mudanya pernah mencandu narkoba selama 7 tahun ini adalah seorang juragan kapal yang juga sedang membangun tambak udang seluas 40 hektar.

Mungkin sebagian dari Anda bisa jadi saat ini sedang penasaran dan menebak-nebak, bagaimana caranya seorang dengan penampilan amat sederhana yang awalnya hanya sebagai seorang pekerja biasa, akhirnya dapat mengumpulkan aset yang sedemikian besarnya?

Sambil menghela nafas panjang dan matanya menerawang ke masa lalu, pak Nanang bercerita untuk menjawab pertanyaan saya mengenai awal mulanya dia membeli kapal pertamanya, hingga sampai saat ini dia bisa memiliki armada kapal sebanyak itu.

Beliau yang hanya lulusan SD ini, bercerita bahwa, masa mudanya diawalinya dengan pergi merantau sampai ke Nunukan, Kalimatan Utara, sebuah kota yang berbatasan dengan Malaysia, bekerja sebagai anak buah kapal dan kemudian bekerja di bengkel kapal.

Karena rajin bekerja dan menabung, akhirnya dia berhasil membeli sebuah kapal bekas berukuran sangat kecil, tetapi karena saat itu salah gaul, dan menjadi pecandu narkoba, akhirnya semua tabungan dan kapal kecilnya pun habis dipakai untuk berfoya foya dan membeli narkoba.

Untungnya dia bisa sadar dan bertekad untuk sembuh dari kecanduan narkobanya. Dia tinggalkan kota Nunukan, pindah ke Berau, untuk mencari lingkungan pergaulan yang baru. Sambil berjuang mengatasi rasa ketagihannya akan narkoba, dia kembali bekerja merawat kapal kapal milik pemda setempat, dan dari imbalan merawat kapal kapal pemda tersebut, akhirnya di tahun 2002, dia berhasil membeli kavling tanah senilai 3 juta rupiah di Berau yang kemudian dia bangun sebuah rumah sederhana di atas kavling tersebut untuk tempat tinggalnya bersama keluarga.

Nah teman teman, disinilah titik balik kehidupannya di mulai. Setelah membeli kavling tanah senilai 3 juta itu. Tiga tahun kemudian di tahun 2005, kavling tanah beserta rumah sederhana diatasnya, dia agunkan ke bank dan berhasil mendapatkan pinjaman senilai 50 juta untuk membeli kapal pertamanya.

Luar Biasa kan!

Gara gara properti kavling senilai 3 juta saja, hanya dalam waktu singkat, sekitar 3 tahun, bank berani memberikan pinjaman senilai 50 juta yang beliau pergunakan untuk modal awal usaha membeli sebuah kapal bekas yang kemudian diperbaikinya dan dijadikan usaha sarana transportasi laut.

Ini tentunya kembali menyadarkan kita bahwa betapa sungguh dahsyatnya hukum pelipat-gandaan uang atau compounding interest dalamĀ melipat-gandakan nilai uang, bila kita investasikan di aset properti.

Kemudian dengan ketekunan dan kerja keras, usahanya makin berkembang danĀ proses berlanjut terus hingga kepercayaan bank semakin besar dan kapalnya bertambah terus setiap tahunnya, hingga sekarang memilikiĀ 12 kapal!

Sebuah kisah yang inspiratif kan?

Anda bisa melihat bahwa kisah pak NanangĀ ini sangat sejalan dengan apa yang selama ini dipraktekkan dan diajarkan dalam kelas workshop PropertyCASHMachine.com.

Apa yang dilakukan pak Nanang ini memiliki pola yang sama dengan kisaran tahun yang tidak jauh berbeda dengan apa yang saya alami saat awal saya mulai berbisnis di awal tahun 2005.

Saat itu bermodalkan rumah yang kami beli di tahun 2000 senilai 140 juta, di tahun 2004 kami agunkan dan berhasil mendapatkan pinjaman 300 juta untuk modal awal membangun bisnis kami saat itu. Dan proses terus kami lanjutkan dan dikembangkan hingga akhirnya memiliki semakin banyak properti yang menghasilkan cash flow hingga saat ini.

diving-maratuaTanpa terasa perbincangan saya dan pak Nanang sudah hampir satu jam. Wei dan teman teman kami sudah muncul menyembul dari dasar laut, terlihat terapung-apung di kejauhan menunggu untuk dijemput oleh kapal pak Nanang.

Sambil mengemudikan kapalnya perlahan, mendekati para penyelam, dia menutup kisah perjalanannya dengan sebuah kesimpulan bahwa, dia bisa sukses seperti sekarang ini, karena dia punya kemampuan memperbaiki kapal dan kemauan untuk bekerja keras menjemput rejeki yang sudah menunggunya.

Kesimpulan pak Nanang ini, polanya mirip dengan kesuksesan para investor properti dan teman teman alumni PCM, yang memiliki kemauan kuat untuk menjadi investor properti yang sukses yang diawali oleh kemauannya untuk belajar, praktek praktek praktek sampai akhirnya memiliki sebuah kemampuan dalam menemukan dan mengelola aset-aset propertinya menjadi PropertyCASHMachine.

Prinsip sukses pak Nanang, sama dengan prinsip sukses semua orang sukses yang pernah kami temui, awalnya tidak punya modal uang, hanya bermodalkan KEMAUAN yang kuat dan akhirnya punya KEMAMPUAN untuk sukses.

Nah sekarang pertanyaannya, Sudahkah Anda memiliki KEMAUAN Belajar dan Praktek yang kuat, demi memiliki KEMAMPUAN untuk Sukses???

Bagaimana pun kondisi Anda saat ini, yang penting Mulailah perjalanan Anda….

Salam Sukses Berkelimpahan,
Joe Hartanto

Founder of TheKeytoFinancialFreedom.com
Founder of PropertyCASHMachine.com

Joe Hartanto